Razia Malam di Lapas Kayuagung, Puluhan Barang Terlarang Termasuk HP dan Alat Pemanas Air Disita
Kayuagung, jendelasumsum.com – Langkah deteksi dini kembali dilakukan jajaran Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Kayuagung. Di malam hari yang mulai sunyi, Senin (30/03/2026) pukul 19.35 WIB, petugas menggerebek Blok Cokroaminoto dan Diponegoro dalam sebuah razia besar-besaran.
Operasi yang menyasar kamar-kamar hunian warga binaan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Perawatan, Pengamanan, dan Kepatuhan Internal (Kabid WatPamPatnal) bersama Tim Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Sumatera Selatan. Tak ketinggalan, Kepala Lapas Kayuagung, Chandra Syahputra Tarigan, serta Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KA KPLP) dan jajaran turut serta dalam penggeledahan.
Barang Bukti Mengular
Dari hasil penyisiran di sejumlah sel, petugas menemukan berbagai benda yang melanggar aturan. Bukan hanya barang elektronik, tapi juga benda-benda yang berpotensi membahayakan.
Berikut rincian barang yang diamankan:
- Handphone android
- Charger dan kabel terminal
- Headset
- Sendok stainless dan gesper
- Alat pemanas air (water heater) rakitan
- Korek gas
Seluruh barang haram tersebut langsung disita, didokumentasikan dalam berita acara serah terima, dan akan dimusnahkan sesuai prosedur yang berlaku.
Komitmen Zero Halinar
Kepala Lapas Kayuagung, Chandra Syahputra Tarigan, menegaskan bahwa razia seperti ini bukan hanya seremonial belaka. Ia bertekad untuk terus membersihkan Lapas Kayuagung dari tiga dosa besar pemasyarakatan.
“Kami tidak akan memberi ruang terhadap segala bentuk pelanggaran. Keamanan dan ketertiban adalah prioritas utama demi terciptanya pembinaan yang optimal bagi warga binaan,” tegas Chandra, didampingi Ka. KPLP Muhammad Yusuf Pamungkas.
Chandra menambahkan, operasi ini merupakan wujud nyata komitmen Zero Halinar (Handphone, Pungli, dan Narkoba). Selain itu, langkah ini juga sejalan dengan 8 Asta Cita Presiden RI, 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, serta 21 Arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan.
“Target kita adalah lingkungan pemasyarakatan yang humanis, aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan barang terlarang,” pungkasnya.
Dengan adanya razia mendadak ini, diharapkan warga binaan semakin sadar untuk tidak menyimpan barang terlarang dan fokus pada program pembinaan yang telah disediakan. (0nI)


Tidak ada komentar