Keluhan Menahun Terjawab, Listrik Andal Mulai Hadir di Air Sugihan
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem kelistrikan di kawasan perairan itu yang selama ini menghadapi keterbatasan pasokan akibat kondisi geografis dan panjangnya jaringan distribusi. Perbaikan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan listrik bagi masyarakat, tetapi juga mendukung berbagai program pelayanan dasar, termasuk penyediaan air bersih yang tengah disiapkan Pemerintah Kabupaten OKI.
Ketua Forum Kepala Desa Air Sugihan, M. Fadly, mengatakan masyarakat selama ini harus hidup dengan kondisi listrik yang kerap padam dan bertengangan rendah. Persoalan yang berlangsung selama bertahun-tahun itu telah menyebabkan banyak peralatan elektronik milik warga mengalami kerusakan.
"Masalah ini sudah berlangsung bertahun-tahun. Tegangan listrik rendah dan sering padam sangat merugikan masyarakat karena banyak perangkat elektronik yang rusak," ujar Fadly.
Menurut dia, pasokan listrik yang andal juga menjadi kebutuhan mendesak seiring rencana pemerintah membangun instalasi air bersih di Air Sugihan. Ketersediaan listrik yang stabil dibutuhkan untuk mengoperasikan pompa air dan booster agar distribusi air bersih kepada masyarakat dapat berjalan optimal.
Manajer PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Palembang, Arif Azanny, menjelaskan tantangan utama kelistrikan di Air Sugihan dipengaruhi kondisi geografis dan panjang jaringan distribusi dari Gardu Induk Mariana menuju Air Sugihan yang mencapai sekitar 300 kilometer.
Akibat jarak yang sangat panjang tersebut, tegangan listrik yang semula berada pada standar 20 kilovolt (kV) mengalami penurunan hingga hanya sekitar 9 hingga 10 kV ketika sampai di Air Sugihan.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, PLN menyiapkan tujuh langkah perbaikan. Pertama, melakukan perbaikan titik sambung jaringan tegangan menengah sehingga tegangan meningkat menjadi sekitar 11,06 kV. Kedua, memasang 22 unit trafo tapping khusus untuk meningkatkan tegangan sekunder hingga mencapai 205 volt. Pemasangan tahap awal telah dimulai di Desa Kerta Mukti, Negeri Sakti, Mukti Jaya, dan Suka Mulya.
Langkah ketiga dilakukan melalui uprating jaringan tegangan menengah dari Muara Padang hingga Simpang Heran Air Sugihan. Selanjutnya, PLN akan melakukan pemecahan beban jaringan untuk meningkatkan keandalan distribusi listrik.
Langkah kelima adalah penambahan penyulang jaringan tegangan menengah murni sepanjang 21,7 kilometer sirkuit. PLN juga menjajaki pembelian excess power dari PT OKI Pulp sebagai sumber tambahan pasokan listrik.
Sebagai solusi jangka panjang, PLN mengusulkan pembangunan Gardu Induk Air Sugihan agar kualitas layanan listrik bagi masyarakat di wilayah perairan tersebut dapat semakin meningkat.
"Perbaikan dilakukan secara bertahap agar masyarakat Air Sugihan memperoleh pasokan listrik yang semakin andal sehingga dapat mendukung aktivitas rumah tangga, pelayanan publik, dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut," kata Arif.
Bupati OKI H. Muchendi mengatakan keterbatasan geografis tidak boleh menjadi penghalang dalam menghadirkan layanan dasar bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pelosok dan perairan.
"Kalau kita punya komitmen, akan ada jalannya untuk menghadirkan listrik yang lebih baik bagi masyarakat yang berada di pelosok. Listrik yang andal bukan hanya untuk penerangan, tetapi juga menjadi fondasi bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Muchendi.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan PLN dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Air Sugihan. Dengan pasokan listrik yang lebih stabil, berbagai program pembangunan, termasuk penyediaan air bersih, diharapkan dapat berjalan lebih optimal sehingga kesejahteraan masyarakat di kawasan perairan Kabupaten OKI semakin meningkat.
Bagi ribuan warga Air Sugihan, perbaikan sistem kelistrikan ini menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun hidup dengan keterbatasan pasokan listrik. Kehadiran listrik yang lebih andal diharapkan membuka akses yang lebih luas terhadap pelayanan dasar sekaligus mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan perairan Kabupaten OKI. (red)

Tidak ada komentar