Cegah Karhutla, Lintas Sektor Perkuat Sinergi di Kecamatan Cengal OKI
OGAN KOMERING ILIR, JENDELASUMSEL.COM – Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor.
Kepolisian, TNI, pemerintah desa, masyarakat hingga perusahaan bersatu meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya titik panas atau hotspot di wilayah tersebut.
Kolaborasi itu diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi dan sosialisasi pencegahan karhutla yang digelar di Balai Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, OKI, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur TNI, perwakilan pimpinan dari delapan desa di Kecamatan Cengal, yakni Desa Ulak Kedondong, Sungai Jeruju, Kuala Sungai Jeruju, Sungai Pasir, Kuala Sungai Pasir, Balam Jeruju, Somor dan Kebun Cabe.
Selain itu, hadir pula Masyarakat Peduli Api (MPA), Regu Penanggulangan Kebakaran (RPK), tokoh masyarakat serta tokoh agama.
Peningkatan jumlah hotspot menjadi perhatian bersama. Terlebih, kebakaran yang tidak segera ditangani berpotensi dengan cepat meluas, terutama dalam kondisi cuaca panas dan kering.
Dalam beberapa minggu terakhir, titik hotspot di wilayah tersebut disebut mengalami peningkatan hampir 80 persen. Kondisi ini dinilai membutuhkan kewaspadaan dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Masyarakat juga diimbau segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran di lingkungan sekitar.
Selain itu, warga kembali diingatkan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, termasuk melakukan praktik sonor, karena berisiko memicu kebakaran sekaligus dapat berujung pada konsekuensi hukum.
Kepala Desa Sungai Pasir, Erik Sandes, mengajak masyarakat untuk saling mengingatkan dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.
“Jangan membuka lahan dengan cara membakar atau sonor. Mari saling mengingatkan keluarga dan lingkungan sekitar agar kita bersama-sama menjaga wilayah ini tetap aman dari karhutla,” kata Erik.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai berbagai sumber api, termasuk puntung rokok yang kerap dianggap sepele namun dapat menjadi pemicu kebakaran di tengah kondisi lingkungan yang kering.
“Karena kondisi saat ini sangat rentan, api dari rokok paling mudah memicu kebakaran. Jangan sampai membuang puntung rokok sembarangan. Pastikan benar-benar sudah dimatikan sebelum dibuang,” ujarnya.
Erik berharap sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam pencegahan karhutla.
“Semoga sosialisasi yang disampaikan hari ini menjadi harapan kita bersama dan benar-benar dapat diterapkan, sehingga masyarakat semakin peduli dan bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran,” terangnya.
Sementara itu, Manajemen PT Bumi Mekar Hijau, Iwan Setiawan, turut mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan dalam menggunakan api, khususnya saat kondisi cuaca panas dan kering.
Menurutnya, sumber api sekecil apa pun dapat memicu kebakaran apabila jatuh di kawasan dengan vegetasi kering dan didukung tiupan angin.
“Dalam kondisi cuaca yang sangat panas dan kering seperti saat ini, kita semua perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap penggunaan api. Hal-hal yang terlihat kecil, seperti puntung rokok yang tidak dipadamkan dengan baik, dapat menjadi sumber kebakaran ketika jatuh di vegetasi yang kering dan diperkuat oleh angin,” kata Iwan.
Ia menambahkan, masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan mengutamakan keselamatan serta menghindari penggunaan api di kawasan yang rawan terbakar.
Iwan juga menyampaikan bahwa upaya pemadaman telah dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan tim RPK, aparat, perusahaan hingga dukungan helikopter untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses.
“Upaya pemadaman sudah dilakukan bersama-sama dengan melibatkan tim RPK, aparat, perusahaan, serta dukungan helikopter untuk menjangkau lokasi yang sulit. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk terus memberikan dukungan dan bersama-sama menjaga agar api tidak kembali muncul dan meluas,” paparnya.
Bagikan Sembako dan Al-Qur’an
Selain sosialisasi pencegahan karhutla, kegiatan tersebut juga diisi dengan pembagian bantuan sembako kepada masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, masyarakat menerima bantuan Al-Qur’an dan Juz Amma yang merupakan produksi APP Group.
Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus memperkuat komunikasi dan hubungan antara perusahaan dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Sinergi antara TNI, Polri, pemerintah desa, masyarakat dan dunia usaha dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat upaya pencegahan karhutla di Kecamatan Cengal.
Melalui edukasi, peningkatan kewaspadaan, pelaporan dini serta respons bersama terhadap potensi kebakaran, kolaborasi lintas sektor diharapkan terus terjaga.
Langkah tersebut penting untuk mencegah kebakaran meluas, melindungi lingkungan serta menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat di wilayah yang rawan karhutla.
(0ni)
Caption: Manajemen PT Bumi Mekar Hijau Iwan Setiawan saat memberikan sosialisasi pencegahan karhutla kepada masyarakat di Balai Desa Sungai Pasir, Kecamatan Cengal, OKI, Sabtu (22/8/2026).

Tidak ada komentar