Kebakaran di Kaki Bukit Senubut, 350 Hektare Lahan Terbakar, Polsek Merapi Barat Turun Tangan


LAHAT
– Kebakaran hutan terjadi di kaki Bukit Senubut, kawasan Bukit Serelo/Jempol, Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Senin (24/8/2026). Api yang diperkirakan melanda kawasan seluas kurang lebih 350 hektare tersebut langsung ditangani personel Polsek Merapi Barat bersama pemerintah kecamatan dan masyarakat.

Penanganan kebakaran dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dipimpin langsung Kapolsek Merapi Barat AKP Edward Gultom. Petugas bersama unsur terkait melakukan pengecekan sekaligus upaya pemadaman guna mencegah api meluas ke wilayah yang lebih rendah dan mendekati perkebunan masyarakat.

Dalam penanganan tersebut, turut terlibat Camat Merapi Barat H. Heri Yulianto, S.Sos., M.M., Danramil Merapi, Kanit Intelkam Polsek Merapi Barat Ipda Ahmad Priyadi, S.H., Kasi Trantib Dadang, Pj. Kepala Desa Ulak Pandan Sefran Alberlin, S.STP., M.Si., lima personel Polsek Merapi Barat, Babinsa serta masyarakat yang memiliki kebun di sekitar lokasi.

Informasi mengenai kebakaran pertama kali diketahui dari warga. Barudin dan Sehamah mengaku melihat kobaran api dari kejauhan sekitar pukul 05.00 WIB ketika berada di Desa Ulak Pandan.

Saat itu, kobaran api terlihat telah menyebar dan membesar dari kawasan kaki Bukit Senubut. Kondisi tersebut kemudian menimbulkan kekhawatiran lantaran api berpotensi merambat ke kawasan yang lebih rendah dan mendekati lahan perkebunan milik warga.

Petugas bersama masyarakat langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Berdasarkan keterangan warga, kawasan hutan yang terbakar tersebut tidak diketahui memiliki kepemilikan lahan secara perorangan. Saat dilakukan pengecekan, petugas juga tidak menemukan adanya aktivitas masyarakat di sekitar titik kebakaran.

Pemadaman Dilakukan Manual

Kondisi medan menjadi salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran. Akses menuju titik api cukup sulit dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam kebakaran.

Akibatnya, kendaraan Damkar tidak dapat menjangkau lokasi secara langsung. Petugas Polsek Merapi Barat, pemerintah kecamatan, Babinsa dan masyarakat akhirnya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya.

Upaya tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi medan serta keselamatan seluruh petugas dan masyarakat yang terlibat.

Setelah dilakukan penanganan bersama, api dilaporkan berhasil dipadamkan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api di kawasan terdampak.

Kapolres Minta Bhabinkamtibmas Aktif Sosialisasi

Kapolres Lahat AKBP Novi Edyanto, S.I.K., M.I.K., menegaskan pentingnya kewaspadaan dan langkah pencegahan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang memiliki kawasan perbukitan dengan akses sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Kapolres juga meminta seluruh jajaran Bhabinkamtibmas untuk lebih proaktif memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di desa binaan mengenai bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), termasuk larangan melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh pihak.

Karena itu, sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA) dan unsur masyarakat lainnya perlu terus diperkuat.

“Koordinasi yang baik sangat penting agar setiap informasi mengenai munculnya titik api dapat segera ditindaklanjuti,” tegas Kapolres.

Selain itu, diperlukan kesiapsiagaan bersama melalui tim atau satuan tugas yang mampu mempercepat komunikasi dan penanganan apabila kembali ditemukan titik api di wilayah hukum masing-masing Polsek.

Selama proses penanganan berlangsung, situasi di sekitar lokasi kebakaran terpantau aman dan kondusif. Personel Polsek Merapi Barat bersama unsur terkait akan terus memantau kawasan terdampak guna mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali titik api.

(Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.