BPJS Ketenagakerjaan Lahat Sasar Kader Bank Sampah Desa Arahan, Dorong Pekerja Informal Terlindungi


LAHAT, jendelasumsel.com
— Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan terus diperluas hingga ke tingkat desa. BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Lahat menyasar para kader Bank Sampah Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur, untuk meningkatkan pemahaman sekaligus kepesertaan pekerja sektor informal.

Kegiatan tersebut dikemas melalui Engagement Program 2026 yang diikuti kader Bank Sampah bersama sejumlah masyarakat sekitar. Sosialisasi tidak hanya membahas manfaat program, tetapi juga menjadi ruang evaluasi terhadap kepesertaan pekerja segmen Bukan Penerima Upah (BPU).

Dalam kegiatan itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Lahat Mario Ashar melalui Petugas Kepesertaan Cabang Lahat memberikan edukasi mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi pekerja mandiri dan pekerja sektor informal.

Tiga program utama BPJS Ketenagakerjaan bagi peserta BPU turut diperkenalkan, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).

Para peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai prosedur kepesertaan, manfaat program, mekanisme pelayanan hingga proses pengajuan klaim.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi yang berlangsung interaktif. Sejumlah pertanyaan disampaikan peserta, terutama berkaitan dengan bagaimana pekerja informal dapat menjadi peserta serta manfaat yang dapat diperoleh ketika menghadapi risiko dalam menjalankan pekerjaan.

Koordinator Kader Bank Sampah Desa Arahan, Rahmi Nizawati, mengatakan sosialisasi tersebut memberikan tambahan pengetahuan bagi para kader maupun masyarakat sekitar mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Jadi bukan hanya kader yang ikut. Masyarakat sekitar yang juga pekerja informal ikut dalam program tersebut,” ujarnya.

Menurut Rahmi, informasi mengenai jaminan sosial ketenagakerjaan penting untuk terus disampaikan kepada masyarakat, khususnya mereka yang bekerja secara mandiri dan belum memiliki perlindungan ketenagakerjaan.

Bukan Sekadar Evaluasi, BPJS Ketenagakerjaan Dengarkan Kendala di Lapangan

Selain memberikan edukasi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lahat juga melakukan evaluasi terhadap kepesertaan aktif pekerja BPU.

Sejumlah kendala yang ditemui di lapangan menjadi bahan pembahasan untuk ditindaklanjuti. Langkah tersebut dinilai penting agar perluasan kepesertaan tidak hanya berorientasi pada jumlah, tetapi juga memastikan masyarakat memahami manfaat perlindungan yang dimiliki.

Mario Ashar mengapresiasi antusiasme peserta dalam mengikuti kegiatan tersebut.

Ia mengatakan, keberadaan agen PERISAI BPJS Ketenagakerjaan dan para kader di tengah masyarakat memiliki peran penting dalam memperluas informasi mengenai perlindungan jaminan sosial.

“Agen PERISAI adalah ujung tombak kami di lapangan. Forum ini bukan sekadar evaluasi angka, melainkan momentum untuk mendengar langsung tantangan yang dihadapi para agen agar kami dapat hadir dengan solusi yang tepat sasaran,” kata Mario.

Ia berharap sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, agen PERISAI dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga informasi mengenai jaminan sosial semakin mudah diterima oleh pekerja informal.

Melalui Engagement Program 2026, BPJS Ketenagakerjaan Lahat juga mendorong para kader Bank Sampah menjadi penghubung informasi bagi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Dengan semakin luasnya edukasi hingga ke tingkat desa, perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan diharapkan tidak hanya menjangkau pekerja formal, tetapi juga semakin banyak pekerja mandiri dan sektor informal di Kabupaten Lahat.

(Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.