Menhut Tinjau Karhutla Padang Sugihan, 29 Gajah Sumatra Dipastikan Sehat


PALEMBANG, jendelasumsel.com
— Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan, Sumatera Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla berjalan optimal sekaligus mengecek kondisi satwa yang berada di kawasan konservasi, khususnya gajah Sumatra di Pusat Konservasi Gajah (PKG) Jalur 21 Padang Sugihan.

Saat berada di PKG Jalur 21, Menhut melihat langsung kondisi 29 ekor gajah Sumatra yang berada di pusat konservasi tersebut.

Kementerian Kehutanan memastikan seluruh gajah dalam kondisi baik dan belum mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap karhutla.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel Daniwari Widiyanto mengatakan, dalam kunjungan tersebut Menhut juga berdialog dengan tim gabungan yang tengah melakukan upaya pemadaman di lapangan.

“Menhut memberikan apresiasi dan motivasi untuk terus semangat dan meningkatkan kolaborasi, serta melaporkan kondisi di lapangan secara update. Jika ada dukungan yang diperlukan bisa langsung direspons. Terkait satwa gajah, Menhut melihat langsung kondisinya dan semuanya sehat,” ujar Daniwari, Sabtu (19/9/2026).

Penanganan karhutla di kawasan Padang Sugihan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Sumsel, Manggala Agni Balai Dalkarhut Sumatera, BKO Balai Taman Nasional Ujung Kulon dan Balai Taman Nasional Bukit Dua Belas, TNI, Satgas Darurat Bencana Sumsel, pemerintah daerah, masyarakat hingga dunia usaha.

Upaya pemadaman dilakukan melalui jalur darat dan udara. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan titik api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke kawasan yang menjadi habitat gajah dan satwa liar lainnya.

Daniwari menjelaskan, kondisi vegetasi yang kering dan lebat, angin yang cukup kencang serta karakteristik lahan gambut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan.

“Tim di lapangan memprioritaskan pengendalian titik-titik kebakaran sekaligus menjaga area yang menjadi habitat gajah dan satwa lainnya,” jelasnya.

Menhut juga meminta agar kesiapsiagaan dari jalur darat terus diperkuat untuk mencegah api mendekati kawasan konservasi.

Sejumlah sekat bakar telah disiapkan sebagai salah satu langkah perlindungan kawasan sekaligus menjaga habitat satwa dari ancaman kebakaran.

Penanganan karhutla juga mendapat dukungan dari dunia usaha, termasuk APP Group bersama mitra pemasoknya.
Menurut Daniwari, Regu Pemadam Kebakaran (RPK) perusahaan turut membantu penanganan di sejumlah posko. Dukungan operasional dan logistik juga diberikan untuk menunjang kebutuhan personel yang bertugas di lapangan.

Selain pemadaman dari darat, operasi water bombing turut dilakukan di sejumlah titik sesuai kebutuhan dan perkembangan kondisi kebakaran.

“Water bombing mampu membantu menghambat gerakan api menuju area-area yang cepat terbakar, terutama kawasan prioritas untuk diselamatkan seperti areal satwa gajah dan lainnya,” papar Daniwari.

BKSDA Sumsel bersama berbagai pihak juga terus memantau pergerakan gajah liar di lanskap Padang Sugihan–Simpang Heran.

Koordinasi dengan perusahaan di sekitar kawasan dilakukan apabila terdapat laporan gajah liar yang mendekati permukiman warga. Salah satunya dengan PT Bumi Mekar Hijau (BMH), yang merupakan mitra pemasok APP Group.

Selain pemadaman, penguatan sumber air menjadi salah satu perhatian dalam penanganan karhutla di Padang Sugihan.

Menhut mendorong penyediaan embung serta penguatan sarana pendukung berupa pompa, selang dan tangki air portabel. Sarana tersebut dinilai penting untuk membantu petugas menjangkau titik kebakaran yang lokasinya jauh dari sumber air.

“Kolaborasi antara pemerintah, aparat, masyarakat dan dunia usaha terus diperkuat agar pengendalian karhutla di Padang Sugihan dapat berjalan efektif sekaligus menjaga kawasan konservasi dan habitat satwa dari dampak kebakaran,” jelas Daniwari.

Tak hanya kondisi satwa, kesehatan petugas yang berjibaku melakukan pemadaman juga menjadi perhatian.

Pada Jumat (18/9/2026), Kementerian Kehutanan telah mengirimkan tim dokter dari Klinik Manggala Wanabakti Jakarta ke Posko PKG Jalur 21.

Tim medis tersebut melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus memberikan tindakan medis yang diperlukan bagi para petugas yang berada di lapangan.

“Karena kesehatan dan keselamatan petugas di lapangan juga menjadi perhatian utama,” imbuhnya.

(Red)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.