Potensi Vanili di Lahat Menjanjikan, Namun Budidaya dan Pemasaran Masih Jadi Tantangan


LAHAT, JENDELASUMSEL.COM
– Tanaman vanili dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. Kondisi iklim yang mendukung menjadi salah satu faktor yang memungkinkan komoditas bernilai ekonomi tersebut dapat tumbuh dengan baik di daerah ini.

Meski demikian, budidaya vanili di Kabupaten Lahat hingga saat ini masih belum banyak dilakukan. Baru sebagian kecil petani yang mulai mencoba mengembangkan tanaman yang dikenal memiliki nilai jual tersebut.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat Vivi Anggraeni melalui Kepala Bidang Produksi Marji mengatakan, pengembangan tanaman vanili masih membutuhkan pendampingan kepada para petani, khususnya terkait teknik budidaya dan proses penyerbukan.

Menurutnya, salah satu tantangan utama dalam pengembangan vanili adalah masih terbatasnya pemahaman petani mengenai proses penyerbukan tanaman tersebut.

“Petani masih belum banyak yang memahami penyerbukan pada tanaman vanili,” ujar Marji.

Ia menjelaskan, tanaman vanili dapat dikembangkan baik di lahan perkebunan maupun di pekarangan rumah. Dalam proses budidayanya, diperlukan pengaturan penanaman yang sesuai agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Untuk satu hektare lahan, kata Marji, dapat ditanam sekitar 3.000 tanaman vanili. Tanaman tersebut juga membutuhkan perawatan rutin, termasuk pemupukan yang dilakukan sekitar tiga kali dalam setahun.

Selain itu, tingkat kesuburan tanah juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya vanili.

“Tanah harus subur dan tetap dilakukan pemupukan,” ungkapnya.

Tanaman vanili sendiri dapat bertahan dan menghasilkan dalam jangka waktu cukup panjang, dengan usia tanaman yang dapat mencapai sekitar enam tahun.

Namun, selain persoalan budidaya, pemasaran hasil panen juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian. Hingga saat ini, Kabupaten Lahat belum memiliki penampung khusus untuk hasil produksi vanili.

Para petani masih mengandalkan penampung terdekat yang berada di kawasan Kota Pagar Alam. Sementara itu, harga vanili disebut berada di kisaran Rp125 ribu per kilogram.

Selama ini, tanaman yang dikembangkan secara tumpang sari oleh petani di Kabupaten Lahat masih didominasi komoditas sahang atau lada. Namun, pengembangannya pun disebut belum dilakukan secara luas.

“Itupun masih belum ramai,” katanya.

Dengan dukungan kondisi iklim serta nilai ekonomi yang dimiliki, tanaman vanili dinilai berpotensi menjadi salah satu komoditas alternatif yang dapat dikembangkan oleh petani di Kabupaten Lahat ke depan.

Pengembangan komoditas tersebut diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan petani, terutama apabila didukung dengan pendampingan budidaya, penyediaan pasar, dan kepastian penampungan hasil produksi.

(Arg)

Foto: Kabid Produksi Dinas Perkebunan Kabupaten Lahat, Marji.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.