Panen 3,5 Ton Ikan Patin di Desa Telatan Lahat, Program KJA Didukung Dana Rp250 Juta


LAHAT, JendelaSumsel.com
– Budidaya ikan patin melalui Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Telatan, Kabupaten Lahat, menunjukkan hasil menggembirakan. Dari 12 ribu bibit yang ditebar sejak Januari hingga Oktober 2026, program pemberdayaan masyarakat tersebut berhasil menghasilkan panen sebanyak 3,5 ton ikan patin dengan tingkat kematian ikan hanya sekitar 1 persen.

Keberhasilan ini menjadi langkah positif dalam mengembangkan potensi perikanan lokal sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat melalui usaha budidaya ikan yang produktif dan berkelanjutan.

Panen bersama tersebut melibatkan Forum Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (FP2M) Kabupaten Lahat, masyarakat, serta sejumlah pihak pendukung. Program ini mendapat dukungan pendanaan sebesar Rp250 juta dari PT BAU melalui program BAU.

Ketua Pelaksana Program FP2M Lahat, Ahmad Syahri, mengatakan dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun sarana dan prasarana pendukung budidaya ikan patin.

Fasilitas yang dibangun meliputi empat unit keramba, jembatan apung sepanjang 50 meter, gudang penyimpanan, gudang perawatan, serta pondok untuk penjagaan dan pengawasan.

“Dari 12 ribu bibit yang ditebar, hasil panen mencapai 3,5 ton. Tingkat kematian ikan hanya sekitar 1 persen,” ungkap Ahmad Syahri.

Menurutnya, hasil panen tersebut menjadi modal penting untuk melanjutkan sekaligus mengembangkan usaha budidaya ikan patin di Desa Telatan. Pada siklus berikutnya, pihak pelaksana berencana kembali menebar sekitar 12 ribu bibit agar kegiatan produksi dapat terus berjalan.

Meski berhasil dari sisi produksi, pemasaran hasil panen masih menjadi tantangan yang perlu dicarikan solusi bersama. Upaya menjalin kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) belum membuahkan hasil karena pihak tersebut memilih pasokan ayam.

Saat ini, koordinasi dengan calon pembeli lainnya terus dilakukan agar hasil panen dapat terserap pasar dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kita ingin program ini terus berputar di masyarakat. Harapannya, masyarakat juga bisa membeli ikan dari hasil budidaya kita. Target kita menstimulasi usaha ini agar berkembang dan menggandeng mitra,” jelasnya.

Ketua FP2M Kabupaten Lahat, Sudarman, mengatakan program tersebut merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan produktif yang diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Ia berharap keberhasilan panen perdana ini dapat menjadi pijakan bagi pengembangan usaha perikanan yang lebih mandiri, sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam mengelola potensi ekonomi di daerahnya.

Sementara itu, Bupati Lahat Bursah Zarnubi melalui Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia, Chandra SH, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan program budidaya ikan patin tersebut.

Menurut Chandra, budidaya ikan melalui Keramba Jaring Apung dapat menjadi salah satu upaya untuk mengoptimalkan potensi perairan daerah, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat.

“Program budidaya KJA ini diharapkan terus berkembang dan bergulir secara berkelanjutan. Kami juga berharap desa-desa lain dapat terinspirasi untuk menggali potensi lokal masing-masing,” kata Chandra.

Keberhasilan panen 3,5 ton ikan patin di Desa Telatan diharapkan tidak berhenti pada pencapaian produksi semata. Dengan penguatan pemasaran, dukungan kemitraan, dan pengelolaan yang berkelanjutan, budidaya KJA berpotensi menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Lahat. (Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.