Peran Posyandu Diperluas, Kader Bantu Petakan Kebutuhan Warga
OKI, JendelaSumsel.com — Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendorong perluasan peran Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga membantu memetakan kebutuhan masyarakat di enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Melalui perluasan fungsi tersebut, Posyandu diharapkan menjadi simpul informasi dan penghubung antara masyarakat dengan pemerintah. Kader Posyandu berperan mengenali persoalan di lingkungan warga, mengumpulkan data, memberikan informasi dan edukasi, serta menyampaikan aspirasi maupun keluhan masyarakat kepada pemerintah desa dan perangkat daerah terkait.
Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, transformasi Posyandu membutuhkan penguatan kelembagaan dan koordinasi lintas sektor. Peran Posyandu perlu dioptimalkan agar kebutuhan masyarakat di berbagai bidang pelayanan dasar dapat teridentifikasi lebih awal dan ditindaklanjuti oleh instansi yang berwenang.
Enam bidang SPM tersebut meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Muchendi menegaskan, perluasan peran ini bukan berarti kader Posyandu menjadi pengambil kebijakan atau pelaksana teknis seluruh layanan. Kader bertugas membantu mengidentifikasi kebutuhan, memperbarui informasi kondisi warga, melakukan edukasi, serta menyalurkan aspirasi dan pengaduan. Sementara kebijakan dan pelaksanaan pelayanan tetap menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui perangkat daerah sesuai kewenangannya.
Untuk mendukung pelaksanaan di lapangan, Muchendi meminta para camat dan Ketua Tim Pembina Posyandu Kecamatan melakukan konsolidasi serta pembinaan hingga tingkat desa dan kelurahan. Penguatan tersebut perlu memastikan kepengurusan berjalan aktif, rencana kerja tersusun jelas, dan pembagian peran setiap unsur dipahami dengan baik.
Ia juga meminta dilakukan pemetaan menyeluruh terhadap jumlah Posyandu, ketersediaan dan kapasitas kader, kondisi sarana prasarana, serta kebutuhan operasional. Pemerintah desa dan kelurahan diharapkan memberikan dukungan sesuai ketentuan, termasuk melalui penyediaan fasilitas dan penganggaran kegiatan Posyandu.
Pembinaan, pemantauan, dan evaluasi juga perlu dilakukan secara berkelanjutan agar perluasan fungsi Posyandu berjalan efektif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten OKI, Ike Meilina Muchendi, menyampaikan bahwa keberhasilan transformasi Posyandu sangat bergantung pada koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas kader, serta dukungan pemerintah dan perangkat daerah.
Menurutnya, perangkat daerah yang menangani enam bidang SPM perlu mengintegrasikan dukungan terhadap Posyandu ke dalam perencanaan program dan penganggaran. Dengan demikian, informasi dan kebutuhan yang dihimpun kader dapat ditindaklanjuti melalui program yang tepat.
Melalui penguatan tersebut, Posyandu diharapkan menjadi bagian penting dari upaya pemerintah mendekatkan pelayanan dasar kepada masyarakat. Kader membantu memastikan kebutuhan dan persoalan warga teridentifikasi, sementara pemerintah hadir melalui kebijakan dan layanan yang sesuai dengan kewenangannya. (0ni)

Tidak ada komentar