Perhatian Penuh di Tiga Fase Bencana, PLTU Banjarsari Serahkan Bantuan Material Ramah Lingkungan untuk Korban Kebakaran di Lahat


 LAHAT, JENDELASUMSEL.COM – Kepedulian terhadap sesama tidak hanya berhenti pada masa tanggap darurat. PT Bukit Pembangkit Innovative selaku pemilik PLTU Banjarsari kembali menunjukkan komitmennya dengan menyerahkan bantuan pasca bencana bagi korban kebakaran di Kelurahan Pasar Bawah, Kecamatan Kota Lahat, Kabupaten Lahat, pada Rabu (1/4/2026).

Yang membuat bantuan ini istimewa, material yang diberikan berupa batu bata dan semen merupakan produk inovatif yang menggunakan bahan baku limbah Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) dari proses operasional pembangkit listrik PLTU Banjarsari itu sendiri.

Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para korban. Kehadiran tim Corporate Social Responsibility (CSR) PLTU Banjarsari disambut dengan haru oleh keluarga pemilik rumah yang ludes terbakar. Bahkan, beberapa warga tidak dapat menahan emosi karena menyadari bahwa hingga saat ini, belum ada perusahaan lain yang memberikan bantuan material untuk pembangunan kembali rumah mereka.

Shenly (35), seorang korban sekaligus Ketua RT setempat, menjelaskan bahwa kebakaran beberapa waktu lalu telah meluluhlantakkan lima unit rumah hingga tidak bisa difungsikan lagi. Sejak itu, mereka terpaksa mengungsi ke rumah keluarga lantaran belum memiliki biaya untuk membangun kembali.

"PLTU Banjarsari sering ke sini. Kami ditemani dari awal, hingga tahap konstruksi pembangunan," ujar Shenly dengan mata berkaca-kaca.

Kehadiran PLTU Banjarsari di tengah warga terdampak bukanlah hal yang instan. Tim CSR perusahaan tersebut tercatat sebagai satu-satunya pihak yang hadir secara konsisten dalam tiga fase penanganan bencana.

Fase pertama adalah tanggap darurat, di mana warga mendapatkan bantuan logistik saat api baru saja padam. Fase kedua, beberapa minggu kemudian, tim kembali hadir membawa kegiatan trauma healing untuk anak-anak serta acara berbuka puasa bersama di lokasi kebakaran. Kini, pada fase ketiga, mereka hadir dengan bantuan rekonstruksi.

"Perhatian yang diberikan bukan hanya pasca bencana saja. Saat tanggap darurat mereka juga hadir, termasuk trauma healing untuk anak-anak. Semoga perusahaan lain bisa mencontoh perusahaan ini dalam penanganan bencana," tambah Shenly.

Executive Vice President PLTU Banjarsari, Putut Dwidjoseno, melalui Manager Umum Faza Ikhwana menegaskan bahwa penanganan kebencanaan merupakan salah satu pilar utama program CSR perusahaan. Program ini dirancang dengan pendekatan holistik, mulai dari aksi tanggap darurat, pemulihan psikososial (trauma healing), hingga rekonstruksi pasca bencana.

"Untuk kegiatan pasca bencana pemulihan atau rekonstruksi, kami memberikan bantuan berupa batu bata dan semen berbahan baku limbah FABA untuk pembangunan kembali rumah korban," jelas Faza.

Faza menambahkan bahwa batu bata yang diberikan merupakan hasil kolaborasi dengan kelompok pengrajin di Saribunga Mas Lahat, sementara semen yang disalurkan adalah produk Semen Baturaja yang juga memanfaatkan FABA sebagai bahan baku ramah lingkungan.

"Kami PLTU Banjarsari ingin bisa selalu hadir dan bermanfaat bagi masyarakat, terutama di Kabupaten Lahat. Semoga bantuan ini bermanfaat untuk para korban dan bisa segera membangkitkan kembali semangat mereka," pungkas Faza Ikhwana. (Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.