Ketua DPRD Lahat Tinjau Inovasi Pokdakan Ganya Fish Farm, Sulap Sampah Organik Jadi Pakan Ikan
LAHAT, JENDELASUMSEL.COM – Inovasi pemanfaatan sampah organik menjadi pakan ikan yang dikembangkan Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Ganya Fish Farm di Kelurahan Kota Baru, Kabupaten Lahat, mendapat apresiasi dari Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi.
Dalam agenda resesnya, Fitrizal Homizi yang akrab disapa Pakwo mengunjungi lokasi budidaya untuk melihat secara langsung proses pengolahan limbah organik menjadi pakan ikan. Pokdakan Ganya Fish Farm yang berdiri sejak 2023 itu memanfaatkan limbah pasar berupa sisa sayuran, buah-buahan, hingga limbah daging yang diolah menggunakan peralatan sederhana hasil rakitan sendiri.
Dari proses tersebut, kelompok mampu memproduksi sekitar 30 kilogram pakan ikan setiap hari. Inovasi ini dinilai tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pakan bagi para pembudidaya ikan, tetapi juga menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah organik yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain memberikan manfaat bagi sektor perikanan, usaha tersebut juga membuka peluang kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi.
Dalam kesempatan itu, pengelola Pokdakan Ganya Fish Farm menyampaikan sejumlah kendala yang masih dihadapi untuk mengembangkan usaha. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan mesin pencacah, mesin pengering, fasilitas workshop, hingga kondisi akses jalan menuju lokasi produksi yang masih perlu ditingkatkan.
Mereka optimistis, apabila sarana dan prasarana tersebut dapat dipenuhi, kapasitas produksi pakan ikan dapat meningkat secara signifikan, dari 30 kilogram menjadi sekitar 250 kilogram per hari. Dengan kapasitas tersebut, produksi pakan diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan sekitar 300 Pokdakan yang tersebar di Kabupaten Lahat.
Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua DPRD Kabupaten Lahat, Fitrizal Homizi, menilai inovasi yang dilakukan Pokdakan Ganya Fish Farm merupakan contoh nyata pemberdayaan masyarakat yang layak mendapat dukungan dari berbagai pihak.
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Lahat melalui Dinas Perikanan dapat memperkuat kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, khususnya melalui penyuluh perikanan, agar pengembangan usaha kelompok tersebut dapat berjalan lebih optimal.
"Program seperti ini memiliki dampak yang luas. Selain mendukung ketahanan pangan melalui sektor perikanan, juga menjadi solusi dalam pemanfaatan sampah organik sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan," ujar Fitrizal Homizi.
Menurutnya, pengembangan inovasi berbasis masyarakat seperti yang dilakukan Pokdakan Ganya Fish Farm sejalan dengan visi pembangunan Kabupaten Lahat melalui program "Menata Kota, Membangun Desa" yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Lahat.
Ia berharap inovasi tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah sehingga dapat berkembang menjadi salah satu model pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di Kabupaten Lahat.
(Arg)

Tidak ada komentar