13 Tahun Hilang, Lansia Asal Palembang Ditemukan Terlantar di Lahat


LAHAT, jendelasumsel.com
— Penantian panjang sebuah keluarga di Palembang akhirnya menemukan jawaban. Setelah sekitar 13 tahun tak diketahui keberadaannya, Kuswanto (64), seorang lansia asal Palembang, ditemukan dalam kondisi lemas dan terlantar di kawasan Perumnas Kapling, Bandar Jaya, Kabupaten Lahat.

Kuswanto ditemukan warga pada Kamis (24/9). Kondisinya yang memprihatinkan membuat warga memilih tidak tinggal diam dan berupaya mencari pertolongan.

Saat ditemukan, Kuswanto tidak dapat berbicara. Namun, pria tersebut masih bisa berkomunikasi melalui tulisan. Dari informasi sederhana yang dituliskannya, diketahui nama dan sejumlah petunjuk mengenai keluarganya.

Informasi keberadaan Kuswanto kemudian sampai ke rumah dinas Wakil Bupati Lahat Widya Ningsih SH MH yang lokasinya tidak jauh dari tempat lansia tersebut ditemukan.

Mendapat informasi tersebut, Wakil Bupati Lahat langsung meminta instansi terkait bergerak melakukan penanganan. Dinas Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), Dinas Kesehatan serta RSUD Lahat kemudian turun tangan.

Penanganan tidak hanya menyangkut kondisi kesehatan Kuswanto, tetapi juga pencarian identitas dan keluarganya.

Ditemukan Lemas, Langsung Dibawa ke RSUD Lahat

Sebelum identitasnya berhasil diketahui secara utuh, Kuswanto terlebih dahulu mendapatkan penanganan medis.

Kondisinya yang lemas membuat lansia tersebut dibawa ke RSUD Lahat untuk mendapatkan perawatan. Petugas juga memberikan pakaian dan kebutuhan dasar lainnya.

Namun, saat dilakukan pengecekan awal, data diri Kuswanto belum ditemukan.

Petunjuk kemudian muncul dari tulisan yang dibuat Kuswanto. Ia menuliskan nama anak-anaknya, di antaranya Ria dan Ismail, serta sejumlah informasi mengenai tempat tinggal keluarganya.

Informasi tersebut menjadi titik awal bagi petugas untuk melakukan penelusuran.

Proses identifikasi kemudian melibatkan Tim Inafis Satreskrim Polres Lahat. Petugas melakukan pencocokan data dan menelusuri kemungkinan keberadaan keluarga Kuswanto di Palembang.

Hasil penelusuran akhirnya mengungkap identitas pria tersebut.

Kuswanto ternyata merupakan warga Jalan Rambutan Dalam, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat (IB) II, Palembang.

"Ya, tim bergerak melakukan penanganan, penelusuran identitas lansia serta melakukan pengobatan," ujar Kepala Dinas Sosial Lahat Mirza ST, Sabtu (26/9).

Keluarga Sudah Belasan Tahun Kehilangan Kuswanto

Kabar ditemukannya Kuswanto menjadi kejutan sekaligus kebahagiaan bagi keluarganya.

Ria dan Ismail, anak Kuswanto, langsung datang ke RSUD Lahat setelah mendapat informasi mengenai keberadaan ayah mereka.

Keduanya mengaku telah kehilangan kontak dengan sang ayah selama belasan tahun.

Kuswanto diketahui meninggalkan rumah sekitar 2014. Sejak saat itu, keluarga tidak lagi mengetahui keberadaannya.

Sebelum menghilang, Kuswanto pernah bekerja di PDAM Palembang. Ia juga sempat tinggal bersama anak pertamanya, Ria.

Namun, setelah pergi dari rumah, keberadaannya tidak diketahui.

Keluarga bahkan sempat menduga Kuswanto pergi ke Pulau Jawa. Pencarian telah dilakukan, tetapi tidak membuahkan hasil.

"Ya, awalnya kami pikir pergi ke Jawa. Sempat dicari, tapi tidak diketahui. Bapak mulai sakit sejak ini meninggal," ungkap Ria.

Riwayat gangguan saraf yang dialami Kuswanto juga membuat perjalanan pencarian tersebut semakin sulit.

Pertemuan Setelah 13 Tahun

Setelah sekitar 13 tahun berlalu, tanda tanya mengenai keberadaan Kuswanto akhirnya terjawab di Kabupaten Lahat.

Pertemuan antara Kuswanto dan anak-anaknya berlangsung di RSUD Lahat. Bagi keluarga, momen tersebut bukan sekadar bertemu kembali, melainkan menjadi akhir dari penantian panjang yang selama ini mereka jalani.

Meski ditemukan dalam kondisi berbeda dari terakhir kali dilihat keluarga, Kuswanto masih mampu mengingat anak-anaknya.

Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Lahat, keluarga kemudian membawa Kuswanto pulang ke Palembang.

Plt Direktur RSUD Lahat dr. Dina Ekawati, Sp.PA mengatakan, Kuswanto telah mendapatkan penanganan medis selama berada di rumah sakit.

"Ya, lansia tersebut sudah kita berikan pengobatan. Memang ada demensia atau pikun. Kami harap keluarga di Palembang bisa memberikan penanganan lebih lanjut," ungkapnya.

Bagi keluarga, perjalanan ke Lahat menjadi perjalanan untuk membawa pulang seorang ayah yang selama bertahun-tahun hanya tinggal dalam penantian dan tanda tanya.

Ke mana Kuswanto pergi selama 13 tahun terakhir dan bagaimana perjalanan hidupnya hingga akhirnya ditemukan di Lahat, masih menjadi bagian cerita yang belum sepenuhnya terungkap.

Kini, yang terpenting bagi keluarga adalah Kuswanto telah ditemukan dan kembali berada bersama orang-orang yang selama ini menunggunya.

(Arg)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.