Asap Karhutla Ancam Kesehatan, Manulife Indonesia Ajak Masyarakat Waspada dan Bantu Warga Terdampak


 JENDELASUMSEL.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya merusak lingkungan dan mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan ancaman serius bagi kesehatan. Paparan kabut asap dapat memicu batuk, iritasi mata dan tenggorokan, hingga sesak napas, serta memperburuk penyakit paru yang telah diderita sebelumnya.

Menghadapi kondisi tersebut, Manulife Indonesia mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap karhutla, sekaligus memperkuat kepedulian terhadap warga yang terdampak.

Melalui Yayasan Manulife Peduli, perusahaan ini menggalang dukungan untuk membantu penyediaan masker dan perlengkapan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Chief Marketing Officer Manulife Indonesia, Shierly Ge, mengatakan situasi karhutla menjadi pengingat pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga, sekaligus memberikan bantuan nyata kepada masyarakat yang menghadapi dampak lebih besar.

“Ketika asap karhutla mengganggu keseharian masyarakat, menjaga kesehatan keluarga menjadi prioritas. Bagi Manulife Indonesia, kepedulian berarti membantu masyarakat memahami risiko yang dihadapi sekaligus mengajak lebih banyak pihak untuk mendukung mereka yang terdampak. Informasi yang relevan dan dukungan nyata perlu berjalan beriringan,” ujar Shierly, Senin (26/10/2026).

Tujuh Langkah Mengurangi Risiko Paparan Asap Karhutla

Untuk membantu masyarakat melindungi diri dari paparan asap, Manulife Indonesia mengingatkan pentingnya melakukan sejumlah langkah pencegahan, terutama ketika kualitas udara mulai memburuk.

1. Pantau kualitas udara sebelum beraktivitas

Masyarakat diimbau memeriksa informasi kualitas udara dan mengikuti imbauan resmi sebelum bepergian. Pemantauan indeks kualitas udara dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi.

2. Kurangi aktivitas di luar ruangan

Ketika polusi udara meningkat akibat asap karhutla, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak mendesak. Langkah ini penting untuk menekan paparan polutan, terutama bagi kelompok yang rentan mengalami gangguan pernapasan.

3. Gunakan masker yang sesuai

Jika harus beraktivitas di luar ruangan, gunakan masker yang terpasang rapat dan sesuai dengan wajah.

“Jika aktivitas di luar ruangan tidak dapat dihindari, gunakan masker yang terpasang rapat dan pas di wajah. Untuk membantu mengurangi paparan partikel halus saat berada di luar ruangan, gunakan masker yang terpasang rapat dan memiliki kemampuan filtrasi tinggi, seperti respirator N95,” jelas Shierly.

4. Kurangi masuknya asap ke dalam rumah

Saat kualitas udara memburuk, tutup pintu dan jendela untuk membantu mengurangi masuknya asap dari luar. Jika tersedia, gunakan penyaring udara yang sesuai.

Masyarakat juga disarankan menghindari kegiatan yang dapat menambah polusi di dalam rumah, seperti merokok atau membakar sesuatu.

5. Perhatikan anggota keluarga yang rentan

Perlindungan ekstra perlu diberikan kepada anggota keluarga yang lebih rentan terhadap dampak polusi udara. Kondisi kesehatan mereka perlu menjadi pertimbangan ketika menentukan aktivitas sehari-hari selama kabut asap berlangsung.

6. Jangan abaikan gejala gangguan pernapasan

Masyarakat diminta memperhatikan kondisi tubuh selama terpapar asap. Jika mengalami sesak napas, batuk menetap, nyeri dada, atau iritasi mata berat, segera cari pertolongan medis.

Penanganan sedini mungkin diperlukan agar gangguan kesehatan tidak berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

7. Bantu masyarakat yang terdampak

Selain melindungi diri dan keluarga, masyarakat juga diajak memperkuat solidaritas dengan membantu warga yang terdampak langsung oleh karhutla.

Menurut Shierly, kepedulian terhadap sesama dapat diwujudkan melalui dukungan nyata untuk memenuhi kebutuhan kesehatan dan perlindungan dasar masyarakat.

Galang Donasi untuk Bantu Warga Terdampak

Sebagai wujud nilai Share Your Humanity, Manulife Indonesia melalui Yayasan Manulife Peduli menjalankan inisiatif bertajuk “Satu Aksi untuk Berbagi: Bersama Membantu Mereka yang Terdampak Karhutla”.

Program tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan masker dan perlengkapan kesehatan bagi masyarakat yang terdampak kabut asap.

Inisiatif ini juga mendapat dukungan Manulife secara global melalui penggalangan dana yang membuka kesempatan bagi karyawan di berbagai negara untuk turut berkontribusi.

Donasi karyawan akan mendapatkan tambahan dana dengan skema matching donation dari Manulife, yakni kontribusi perusahaan dengan jumlah setara dengan donasi karyawan. Mekanisme ini diharapkan dapat memperbesar bantuan yang disalurkan kepada masyarakat terdampak di Indonesia, sekaligus mendukung upaya kemanusiaan di Singapura dan Malaysia yang juga terdampak.

“Melalui Yayasan Manulife Peduli, kami menggalang dukungan dari karyawan dan tenaga pemasar untuk membantu menyediakan masker dan perlengkapan kesehatan bagi masyarakat terdampak karhutla. Manulife juga akan memberikan kontribusi dengan jumlah yang setara dengan donasi karyawan agar dukungan yang diberikan kepada masyarakat terdampak menjadi lebih besar,” papar Shierly.

Ia menegaskan, menghadapi dampak karhutla membutuhkan kewaspadaan sekaligus kepedulian bersama. Kesadaran terhadap risiko kesehatan dan penerapan langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam melindungi diri serta keluarga.

Di sisi lain, dukungan yang dihimpun melalui Yayasan Manulife Peduli diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak.

Dengan menjaga kesehatan sekaligus saling membantu, masyarakat diharapkan mampu menghadapi dampak karhutla dengan lebih siap dan memperkuat solidaritas di tengah situasi sulit. (0ni)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.