Karang Taruna OKI Didorong Aktif Tangani Karhutla dan Persoalan Warga
OKI — Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, H. Muchendi Mahzareki, mendorong Karang Taruna berperan aktif membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta berbagai persoalan sosial di masyarakat. Keterlibatan anggota Karang Taruna yang turun bersama Satgas Karhutla di sejumlah lokasi menjadi salah satu bentuk kontribusi pemuda dalam menghadapi persoalan daerah.
Muchendi mengatakan, Karang Taruna memiliki posisi strategis karena jaringannya menjangkau masyarakat hingga tingkat desa. Kedekatan tersebut menjadi modal untuk memperkuat gotong royong, menggerakkan partisipasi pemuda, dan membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan di lingkungan mereka.
“Karang Taruna ini sampai ke lapisan paling bawah, menyentuh akar rumput, menyentuh masyarakat secara langsung. Harapan kami, inilah peran Karang Taruna untuk memberikan ruang kepada anak-anak muda agar bisa berkontribusi di tingkat desa,” kata Muchendi saat pengukuhan pengurus Karang Taruna Kabupaten OKI masa bakti 2026–2031.
Menurut Muchendi, luas wilayah OKI menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan dan penanganan persoalan masyarakat. Karena itu, peran organisasi kepemudaan dibutuhkan untuk memperluas jangkauan kegiatan sosial sekaligus memperkuat kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah.
Ia mengapresiasi keterlibatan Karang Taruna dalam penanganan karhutla bersama satgas di sejumlah lokasi. Muchendi berharap semangat kepedulian tersebut terus tumbuh dan diwujudkan dalam berbagai kegiatan yang menjawab kebutuhan masyarakat.
Pemerintah Kabupaten OKI, lanjut Muchendi, siap mendukung program Karang Taruna yang memberikan manfaat nyata. Ia juga meminta pengurus memetakan potensi setiap kecamatan dan desa agar kegiatan organisasi tidak berhenti pada seremoni, tetapi berkembang menjadi program sosial, olahraga, dan pemberdayaan ekonomi kreatif.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten OKI Muhammad Taufik mengatakan, kepengurusan baru akan berupaya menjalankan program secara mandiri sembari memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak.
“Walaupun dalam kegiatan Karang Taruna kita tidak berpaku pada dukungan atau bantuan pemerintah daerah, kita juga berusaha menunjukkan gotong royong sebagai pengurus bahwa kita mampu mandiri,” ujar Taufik.
Salah satu program yang disiapkan ialah pelatihan digital bagi pemuda desa, khususnya untuk mengembangkan keterampilan sebagai kreator konten. Program ini diharapkan membuka peluang ekonomi bagi generasi muda sekaligus membantu mempromosikan potensi lokal, termasuk kerajinan purun yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat OKI.
“Kami ingin membuat semacam pelatihan bagi pemuda di tingkat desa agar bisa berkarya menjadi kreator konten. Dengan begitu, mereka dapat mengembangkan diri dan memperoleh manfaat secara ekonomi,” kata Taufik.
Selain mengembangkan keterampilan pemuda, pengurus baru akan melakukan konsolidasi di 18 kecamatan. Agenda tersebut mencakup evaluasi kepengurusan yang telah berakhir masa baktinya serta pelaksanaan temu karya sebagai bagian dari regenerasi organisasi.
Taufik berharap kepengurusan Karang Taruna OKI periode 2026–2031 dapat memperluas keterlibatan pemuda dalam kegiatan sosial, meningkatkan kemandirian organisasi, dan menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. (0ni)

Tidak ada komentar