Groundbreaking Overpass Batu Bara di Lahat, Herman Deru Tekankan Keselamatan Masyarakat
LAHAT, JendelaSumsel.com – Upaya menata transportasi angkutan batu bara di Kabupaten Lahat mulai diperkuat melalui pembangunan overpass atau jembatan layang khusus angkutan batu bara. Infrastruktur ini diharapkan mampu memperlancar distribusi hasil tambang sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan masyarakat pengguna jalan.
Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru melakukan groundbreaking ceremony pembangunan overpass PT Sinar Sekawan Abadi (SSA) untuk mendukung kegiatan pengangkutan batu bara PT Bukit Bara Alam, Rabu (21/10/2026). Pembangunan tersebut berlokasi di Desa Banjar Sari, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat.
Dalam kesempatan itu, Herman Deru berharap pembangunan infrastruktur dapat berjalan sesuai rencana, baik dari segi waktu penyelesaian, sasaran, maupun manfaat yang dihasilkan.
“Bisa dikerjakan tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat guna,” ujar Herman Deru.
Menurutnya, tingginya aktivitas pertambangan batu bara di Sumatera Selatan harus diimbangi dengan penataan sistem pengangkutan yang baik. Sejak 2018, produksi batu bara di Sumsel disebut telah mencapai lebih dari 100 juta ton per tahun.
Besarnya volume produksi tersebut membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar kegiatan distribusi berjalan lancar, tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat dan ketertiban lalu lintas.
Herman Deru juga menyoroti pentingnya kedisiplinan perusahaan dalam melaporkan penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Menurutnya, aspek tersebut perlu mendapat perhatian karena berkaitan dengan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
Di sisi lain, Pemprov Sumsel terus mendorong pembangunan infrastruktur pendukung kegiatan pertambangan. Herman Deru menyebut pembangunan jalan khusus angkutan batu bara menggunakan skema non-APBD selama masa kepemimpinannya telah mencapai lebih dari 1.100 kilometer.
“Ini menjadi spirit bagi pemerintah agar ramah terhadap investasi, tapi tetap mengedepankan kepentingan masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur di kawasan pertambangan tidak boleh hanya memberikan keuntungan bagi perusahaan. Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasional.
“Kita berharap pemanfaatan juga dirasakan masyarakat secara langsung,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinar Sekawan Abadi, Putu Sastrawan, mengatakan pembangunan overpass tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pengangkutan batu bara sekaligus mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di kawasan sekitar.
“Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi kegiatan pengangkutan batu bara sekaligus mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di sekitar wilayah operasional,” ujar Putu.
Ia menjelaskan, overpass tersebut direncanakan memiliki panjang sekitar 190 meter dengan target penyelesaian selama satu tahun.
Infrastruktur ini akan mendukung jalur pengangkutan batu bara sepanjang kurang lebih empat kilometer. Dengan adanya fasilitas tersebut, kegiatan operasional perusahaan diharapkan menjadi lebih lancar dan tertata.
Putu berharap seluruh tahapan pembangunan dapat berjalan sesuai jadwal tanpa kendala berarti, sehingga infrastruktur tersebut bisa segera dimanfaatkan sesuai peruntukannya.
“Kami berharap proses pembangunan ini dapat berjalan lancar tanpa kendala berarti, sehingga nantinya memberikan manfaat bagi perusahaan maupun masyarakat di sekitar wilayah operasional,” tutupnya.
Pembangunan overpass ini menjadi salah satu langkah penataan transportasi batu bara di Kabupaten Lahat. Ke depan, keberhasilan proyek tersebut diharapkan tidak hanya diukur dari kelancaran distribusi hasil tambang, tetapi juga dari kontribusinya terhadap keselamatan lalu lintas dan kenyamanan masyarakat.
(Arg)

Tidak ada komentar