Lebih dari 50 Pengguna Direhabilitasi, BNNK OKI Perkuat Kampanye Antinarkoba Lewat Radio
KAYUAGUNG, JendelaSumsel.com – Upaya memperkuat pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus dilakukan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) OKI.
Salah satunya dengan memperluas jangkauan edukasi melalui media penyiaran. BNNK OKI resmi menjalin kerja sama dengan Kayuagung Radio melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU), Kamis (1/10/2026).
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor BNNK OKI dan dilakukan langsung oleh Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto, S.Sos., bersama General Manager Kayuagung Radio Richard Arg.
Kerja sama tersebut menjadi bagian dari strategi BNNK OKI dalam memperluas penyebaran informasi, edukasi, dan sosialisasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika kepada masyarakat.
Kepala BNNK OKI AKBP Irfan Arsanto mengatakan, kolaborasi dengan media memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap ancaman narkoba.
Menurutnya, radio sebagai salah satu media komunikasi publik memiliki jangkauan yang luas dan dapat menjadi sarana efektif untuk menyampaikan pesan-pesan pencegahan narkotika kepada berbagai lapisan masyarakat.
“Media memiliki peran penting untuk mengedukasi masyarakat sekaligus menyebarluaskan informasi tentang bahaya narkotika,” ujar Irfan.
Ia berharap, melalui kerja sama dengan Kayuagung Radio, berbagai program dan informasi BNNK OKI dapat disampaikan secara lebih luas dan berkelanjutan.
Dengan demikian, masyarakat diharapkan semakin memahami jenis-jenis narkotika, dampak penyalahgunaannya, serta pentingnya melakukan pencegahan sejak dini.
Sementara itu, General Manager Kayuagung Radio Richard Arg menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menegaskan bahwa radio tidak hanya memiliki fungsi sebagai media hiburan dan penyampai informasi, tetapi juga mempunyai tanggung jawab sosial dalam memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen Kayuagung Radio untuk turut berkontribusi dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kami siap mendukung BNNK OKI melalui program siaran, pemberitaan, dan konten edukasi yang informatif serta mudah dipahami masyarakat,” kata Richard.
Menurut Richard, radio masih memiliki peran penting sebagai media komunikasi publik, khususnya dalam menjangkau masyarakat Kabupaten OKI yang memiliki wilayah geografis cukup luas.
Karena itu, melalui sinergi BNNK OKI dan Kayuagung Radio, pesan-pesan antinarkoba diharapkan dapat disampaikan secara konsisten sehingga menjadi bagian dari kesadaran masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengguna Direhabilitasi Lebih dari 50 Orang
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNNK OKI juga memaparkan perkembangan layanan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba di wilayah OKI.
Hingga saat ini, tercatat lebih dari 50 pengguna narkoba telah mendapatkan layanan rehabilitasi. Namun, pelaksanaan rehabilitasi masih menghadapi sejumlah kendala, terutama berkaitan dengan jarak dan akses menuju layanan rehabilitasi.
Untuk menjawab persoalan tersebut, BNNK OKI memanfaatkan layanan telekonseling sebagai salah satu alternatif bagi pengguna dengan tingkat ketergantungan ringan.
Sementara bagi pengguna dengan tingkat ketergantungan berat, BNNK OKI tetap merekomendasikan rehabilitasi rawat inap pada lembaga yang memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), terutama lembaga rehabilitasi milik BNN RI.
Irfan menegaskan, edukasi dan peningkatan literasi masyarakat menjadi salah satu kunci dalam membangun ketahanan terhadap ancaman narkotika.
Terlebih, Kabupaten OKI memiliki wilayah yang luas, berada di jalur lintas antardaerah, serta berbatasan dengan kawasan perairan yang memiliki potensi menjadi jalur masuk dan peredaran narkotika.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak menganggap remeh bahaya narkoba dan terus meningkatkan pemahaman mengenai dampak penyalahgunaannya.
“Mari kita tingkatkan kesadaran, literasi, dan pemahaman tentang bahaya narkotika. Jangan sampai kita terjerat hanya karena ketidaktahuan dan kurangnya pemahaman terhadap dampak buruk narkoba, yang tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga keluarga dan lingkungan,” tegas Irfan.
Melalui kerja sama tersebut, BNNK OKI dan Kayuagung Radio berkomitmen membangun sinergi secara berkelanjutan dalam menghadirkan informasi yang edukatif, memperluas kampanye antinarkoba, serta mendorong keterlibatan aktif masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan turut memperkuat upaya bersama dalam mewujudkan Kabupaten Ogan Komering Ilir yang sehat, aman, dan bersih dari penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika. (oni)

Tidak ada komentar